Materi 3

 



TEMA:INDONESIA EMAS(MANDIRI DAN BERSATU DALAM NILAI GOTONG ROYONG YANG BERINTEGRITAS )                                                                                                                                PEMATERI: Diah S,Minarsih-CISDI dan WHO

                    Equity, diartikan sebagai keadilan, dan equality, diartikan sebagai persamaan. ‘Adil’ dan ‘sama’, adalah kata yang mempunyai makna tidak begitu jauh sebatas dari pengertian kita sebagai masyarakat biasa. Akan tetapi, di dunia kesehatan, ekonomi, ataupun untuk para ahli yang lainnya, dua kata tersebut mempunyai makna yang sangat berbeda secara signifikan.  Secara sederhana, equity memastikan hasil yang sama melalui pemberian pertolongan yang berbeda, dan disisi lain equality memberikan pertolongan yang sama yang tidak memandang perbedaan dari hasil akhir. Konsep ini mudah dimengerti melalui analogi, dimana tiga anak dengan tinggi badan berbeda ingin melihat pertandingan sepak bola tetapi ditutupi oleh sebuah pagar. Dengan konsep equity, kita dapat memberikan blok tapak kaki, dengan jumlah dua blok untuk yang paling pendek, satu blok untuk yang menengah dan tidak memberikan blok tapak kaki pada anak paling tinggi. Dengan itu, semua anak dapat melihat pertandingan sepak bola. Hasil akan berbeda jika ketika mengikuti konsep equality, tiga blok tersebut akan dibagi sama rata yang membuat semuanya mendapatkan satu blok. Anak yang paling pendek akan tetap tidak bisa melihat pertandingan sepak bola karena satu blok tidak cukup untuk melewati tinggi pagar tersebut.

Melihat analogi tersebut, kita dapat menyimpulkan kalau equity adalah pilihan pendekatan yang tepat untuk penatalaksanaan kesenjangan. Akan tetapi, realita tidak semudah teori. Equity pada kesehatan tidak hanya sebatas pengaturan alokasi sumber daya pada target kelompok yang sesuai. Hal tersebut adalah suatu sistem yang komplek dimana adanya dinamika antar politik dan adat setempat.  Yang kadang terlewat dari pikiran kita, tidak semua disparitas kesehatan adalah sesuatu yang tidak adil. Sebagai contoh, kita tidak bisa menargetkan kondisi kesehatan kelompok lansia untuk menjadi sebaik kelompok orang muda. Bayi perempuan akan cenderung untuk mempunyai berat badan yang lebih ringan dibanding dengan bayi laki – laki. Para laki – laki akan mempunyai permasalahan prostat dimana kelompok perempuan tidak. Contoh kesenjangan kesehatan yang disebutkan akan sulit untuk dinyatakan sebagai hal yang tidak adil. Akan tetapi, perbedaan status nutrisi atau tingkat imunisasi antara kelompok anak perempuan dan anak laki – laki, ataupun perbedaan kemudahan untuk sebagian kelompok etnis untuk mendapatkan penanganan dari henti jantung, adalah permasalahan yang serius dilihat dari perspektif keadilan.

Di Indonesia, upaya pendekatan equity dalam kesehatan telah diterapkan melalui Jaminan Kesehatan Nasional. Sistem tersebut memastikan semua orang mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik tanpa membebani masyarakat secara finansial. Jaminan Kesehatan Nasional mengumpulkan dana dari masyarakat dengan jumlah yang sesuai dengan kemampuan finansial, dimana kelompok sosioekonomi rendah yang telah disubsidi oleh negara. Walau masalah equity dan equality kesehatan di Indonesia masih ada ruang untuk perkembangan, pendirian JKN adalah langkah awal yang tepat untuk pembentukan sistem kesehatan yang adil untuk semua masyarakat.

 

                 Sustainable adalah kemampuan untuk hidup dan berkembang tanpa menghabiskan sumber daya alam untuk masa depan. Keberlanjutan terdiri dari memenuhi kebutuhan generasi saat ini tanpa mengorbankan kebutuhan generasi mendatang, seraya memastikan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kepedulian lingkungan dan kesejahteraan sosial. Keberlanjutan memiliki tiga pilar antara lain adalah sebagai berikut:

1.Keberlanjutan Lingkungan 

Integritas ekologis tetap terjaga, seluruh lingkungan bumi disimpan dalam sistem keseimbangan sementara sumber daya alam di dalam mereka dikonsumsi oleh manusia pada tingkat di mana mereka mampu untuk mengisi diri mereka sendiri.

Kelestarian lingkungan berfokus pada konservasi keanekaragaman hayati tanpa mengesampingkan kemajuan ekonomi dan sosial. Fondasi kelestarian lingkungan adalah: menjaga air, menghemat energi, mengurangi limbah, menggunakan kemasan yang dapat didaur ulang, membatasi atau menghilangkan penggunaan plastik, menggunakan transportasi yang berkelanjutan, menggunakan kembali kertas dan melindungi flora dan fauna.

2.Keberlanjutan Ekonomi

Komunitas manusia di seluruh dunia mampu mempertahankan kemandirian mereka dan memiliki akses ke sumber daya yang mereka butuhkan, keuangan dan lainnya, untuk memenuhi kebutuhan mereka. Sistem ekonomi utuh dan aktivitas tersedia untuk semua orang, seperti sumber mata pencaharian yang aman. Ketika sebuah perusahaan didirikan, sebuah struktur dibuat yang melibatkan pengeluaran dan pendapatan. Setelah keseimbangan tercapai antara kedua faktor, perusahaan memperoleh keuntungan. Sustainable adalah hal yang penting dimana dalam hal ekonomi mengacu pada kemampuan organisasi untuk mengelola sumber dayanya dan secara bertanggung jawab menghasilkan keuntungan dalam jangka panjang.

3.Keberlanjutan Sosial

Sustainable adalah hal yang berkaitan juga dengan hak asasi manusia universal dan kebutuhan dasar dapat dicapai oleh semua orang, yang memiliki akses ke sumber daya yang cukup untuk menjaga keluarga dan masyarakat mereka sehat dan aman. Komunitas yang sehat hanya memiliki pemimpin yang memastikan hak pribadi, hak buruh dan budaya adalah tanggung jawabnya.

                 Dalam komunitas mana pun dimana kegiatan ekonomi dilakukan di lingkungan tertentu, ditemukan tiga bentuk keberlanjutan yang saling terkait. 3 pilar dari sustainable adalah  lingkungan, ekonomi, dan sosial. Namun, keberlanjutan sosial khususnyWorld Health Organization atau biasa disebut WHO adalah organisasi internasional yang didirikan pada tanggal 7 April 1948 yang bermarkas di Jenewa, Swiss. WHO adalah organisasi internasional di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mempunyai tanggungjawab untuk memberikan arah dan kebijakan dalam penanganan kesehatan masyarakat dunia.a memiliki tujuan untuk memperkuat kohesi dan stabilitas kelompok sosial tertentu.      kunjungu juga blog teman saya :https://tugaskesehatanmasyarakat.blogspot.com/2023/09/blog-2.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MATERI 4

MATERI 10