MATERI 1

 


   TEMA:MAHASISWA BEBAS NARKOBA UNTUK MENDUKUNG GENERASI RAHMATAL         LIL'ALAMIN                                                                                                                                                        DENGAN PEMATERI : Sri Artanti Mulyadi S.Sos-Analis penyuluhan dan layanan informasi BNNP Jawa Timur

           Narkoba adalah singkatan dari narkotika, psikotropika, dan obat terlarang.[1] Selain "narkoba", istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Kementerian Kesehatan RI adalah Napza yang merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif.  

           Beberapa tahun ini juga narkoba banyak digunakan oleh kalangan mahasiswa sejak 2015 mengalami indonesia darurat narkoba sampai 2023 saat ini menjadi permasalah yang aktiv masih diperbincangkan oleh para petinggi negara atas pencegahan maupun penutupan bandar.

           Beberapa faktor mungkin penyebab narkoba diantaranya geografis yang terbuka menyebabkan narkoba mudah masuk menyebar diseluruh indonesia,peredaran gelap narkoba bukan hanya orang dewasa dan remaja melainkan juga anak-anak,demografis yang sangat besar menjadi pasar potensial,kerugian yang timbul akibat penyalahgunaan,sistem penegakan hukum yang belum mampu memberikan efek jera pada para penjahat narkoba,modus operandi dan variasi jenis narkoba yang terus berkembang,narkoba sebagai mesin pembunuh massal yang merusak manusia terutama fungsi otak,kerja,fisik dan mental,lapas bertransformasi menjadi pusat kendali peredaran gelap narkoba.

 Narkotika dibagi menjadi 3 golongan yakni 

  • Narkotika golongan I 

Narkotika golongan I hanya dibolehkan untuk keperluan ilmu pengetahuan dan teknologi, reagensia diagnostik atau laboratorium. Narkotika jenis ini mempunyai potensi sangat tinggi menimbulkan ketergantungan. Contohnya adalah opiat seperti morfin, heroin (putaw), petidin, candu. Ganja (kanabis), marijuana, hashis. Kokain meliputi serbuk kokain, pasta kokain daun koka. 

  • Narkotika golongan II

Narkotika golongan II adalah bahan baku untuk produksi obat, jadi mereka memang berkhasiat untuk pengobatan, namun digunakan sebagai pilihan terakhir. Narkotika jenis ini bisa menimbulkan potensi ketergantungan tinggi. Contohnya adalah petidin, morphin, fentanil atau metadon.

  • Narkotika golongan III

Jenis narkotika ini hanya digunakan untuk membantu rehabilitasi. Jenis narkotika ini mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan. Contohnya adalah kodein, difenoksilat.

 Efek samping yang akan dialami yakni:

  1. Golongan depresan (Downer) : merupakan jenis NAPZA yang menyebabkan mengurangi aktifitas fungsional tubuh, sehingga membuat penggunanya menjadi tenang dan membuat tertidur bahkan bias tak sadarkan diri. Contoh: Opioda (Morfin , Heroin, dan Codein), Sedative (penenang), Hipnotik (obat tidur), dan Tanquilizer (anti cemas)
  2. Golonagan stimulant (Upper) : merupakan golongan NAPZA yang merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan gairah kerja, pada golongan ini membuat pengguna menjadi aktif, segar, dan beremangat. Contoh : Ampahetamine (Shabu, Extasi) dan Cokain
  3. Golongan halusinogen : adalah golongan NAPZA yang membuat penggunanya berhalusinasi yang bersifat merubah perasaan, dan pikiran sehingga perasaan dapat terganggu. Contoh : kanabis (Ganja). 

    Tahap penggunaan narkotika yang bergantungan,proses seseorang ketergantungan narkoba yakni :

1. Kompromi

Di tahap ini lo nggak tegas dalam menentang narkoba. Mulai banyak ada pengecualian-pengecualian, padahal lo sendiri tahu bahayanya

2. Coba-coba

Mulai nih rasa kepo muncul. Selain itu nggak segan juga menolak tawaran teman yang memang sudah jadi pemakai narkoba. Lo mulai deh ikut-ikutan memakai narkoba untuk tetap eksis dalam pergaualan

3. Toleransi

Setelah udah memakai narkoba beberapa kali, tubuh jadi toleran. Makanya, di tahap ini lo merasa perlu ada penambahan dosis yang lebih besar agar mendapat efek yang dikehendaki

4. Kebiasaan

Penggunaan narkoba udah jadi kebiasaan yang mengingat dan mulai berpengaruh ke kehidupan sosial lo. Bakal udah mulai susah lepas dari narkoba di tahap ini.

5. Ketergantungan

Karena udah terlalu terikat dengan naroba secara mendalam, akhirnya muncul ketergantungan dari diri. Kalau berhenti pakai atau dosisnya kurang, timbul gejala putus obat berupa nyeri atau bentuk penderitaan pada tubuh lainnya

6. Intoksifikasi

Pemakaian narkoba yang terus-menerus itu mengakibatkan keracunan. Hal ini lantaran penyalahgunaan narkoba bikin kerusakan pada organ tubuh dan otak.

7. Meninggal dunia

Kalau pemakaian narkoba sudah gawat dan penyakit makin ganas menyerang tubuh, bisa saja kejadian terburuk berupa kematian bisa terjadi. Hal ini lantaran berbagai penyakit itu sendiri atau overdosis.

Faktor pemicu adanya bandar narkotika:

          1.Faktor Lingkungan 

Masyarakat Yang Individualis
Lingkungan yang individualistik dalam kehidupan kota besar cenderung kurang peduli dengan orang lain, sehingga setiap orang hanya memikirkan permasalahan dirinya tanpa peduli dengan orang sekitarnya. Akibatnya banayak individu dalam masayarakat kurang peduli dengan penyalahgunaan narkoba yang semakin meluas di kalangan remaja dan anak-anak.

Pengaruh Teman Sebaya
Pengaruh teman atau kelompok juga berperan penting terhadap penggunaan narkoba. Hal ini disebabkan antara lain karena menjadi syarat kemudajan untuk dapat diterima oleh anggota kelompok. Kelompok atau Genk mempunyai kebiasaan perilaku yang sama antar sesama anggota. Jadi tidak aneh bila kebiasaan berkumpul ini juga mengarahkan perilaku yang sama untuk mengkonsumsi narkoba.

         2.Faktor Genetik

   dapat menjadi penyalahguna narkotika atau ketergantungan karena adanya keterkaitan dari sifat genetik ketergantungan DNA yang diturunkan dari orangtua kepada anaknya. Baru kemudian faktor lingkungan dan faktor kemudahan mendapatkan zat narkotika tersebut. 

         Adapun  banyaknya pertanyaan mengenai kenapa banyak yang terjerumus dalam penyalahgunaan yakni umumnya dikarenakan ketahanan diri yang lemah dan tidak mampu menampusng stres keadaan individu,arti ketahanan diri memiliki arti yakni :

Assertiveness adalah kemampuan untuk mengutarakan secara langsung apa yang diinginkan atau tidak diinginkan kepada orang lain secara tegas. Kemampuan ini dapat terdiri dari 2 indikator yaitu:

  1. Mengutarakan Secara Langsung Apa Yang Tidak Diinginkan, indikator ini dapat dilatih dan ditingkat dengan beberapa cara antara lain:
  • Memiliki kemampuan komunikasi yang bagus sehingga penolakan tegas dapat tetap memiliki rasa hormat
  • Memiliki selfawareness yang baik sehingga tidak mudah dimanipulasi dan merasa bersalah ketika menolak Membangun prinsip dan nilai personal yang baik sehingga tidak mudah terhasut menggunakan Narkoba
  • Berani untuk menolak dengan tegas ketika diajak menggunakan Narkoba
  • Membangun Self-esteem sehingga menghargai diri sendiri dan tidak menggunakan Narkoba

Self Regulation adalah kemampuan untuk mengontrol impuls, emosi dan pengaruh lingkungan terhadap diri. Kemampuan ini terdiri dari 2 indikator yaitu:

  1. Mengontrol Impuls dan Emosi, indikator ini dapat ditingkatkan dan dilatih dengan beberapa cara antara lain yaitu:
  • Mengenal emosi pribadi yang berpotensi Menyebabkan penyalahgunaan Narkoba
  • Identifikasi stressor yang mendorong penyalahgunaan Narkoba
  • Menyalurkan emosi positif dan negatif ke hal yang bermanfaat
  • “Stop” & “Think” Memikirkan konsekuensi perilaku penyalahgunaan Narkoba
  • Identifikasi kebutuhan lain yang lebih urgent

 

  1. Mengontrol Pengaruh Lingkungan Terhadap Diri, indikator ini dapat ditingkatkan dan dilatih dengan beberapa cara antara lain yaitu:
  • Menenangkan diri dan relaksasi agar mengurangi risiko penyalahgunaan Narkoba
  • Melakukan refleksi diri agar dapat melihat masalah dari berbagai perspektif dan terhindar dari penyalahgunaan Narkoba
  • Meningkatkan control diri internal untuk menolak dorongan penyalahgunaan Narkoba
  • Meningkatkan mindfullness terhadap situasi dan risiko penyalahgunaan Narkoba
  • Memiliki tujuan (goal oriented) Sehingga dapat fokus pada apa yang ingin dicapai di kehidupan

 

Reaching Out adalah kemampuan untuk meningkatkan aspek positif kehidupan dengan cara menerima tantangan atau menggunakan kesempatan serta meningkatkan keterhubungan dengan orang lain. Kemampuan ini dapat terdiri dari 2 indikator yaitu:

  1. Menerima Tantangan dan Menggunakan Kesempatan, indikator ini dapat dilatih dan ditingkat dengan beberapa cara antara lain:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MATERI 4

MATERI 10

Materi 3